Taman Bermain Waterbomm Kau dengan duniamu saja

16Nov/101

[Film] In The Name Of God (Khuda Kay Liye)

In The Name Of God

In The Name Of God

“Atas nama apapun. Terorisme, Ekstrimisme, Separatisme dan Kekerasan tidak dibenarkan.”

Film yang menceritakan tentang situasi sulit dimana Pakistan pada khususnya dan umat Islam pada umumnya terjebak paska peristiwa 11 September. Adalah dua musisi bersaudara kelahiran Lahore, Pakistan, yang terjebak situasi paska tragedi yang menewaskan hampir 3000 orang itu. Mansoor (diperankan oleh Shaan), kakak dari Sarmad (diperankan oleh Fawad Khan) melanjutkan sekolah musik ke Amerika, yang kemudian menikahi teman sekelasnya warga Amerika, Jenie (diperankan oleh Austin Marie Sayre). Setelah peristiwa 11 September, Mansoor dituduh terlibat jaringan teroris Al-Qaeda oleh aparat yang berwenang. Walaupun akhirnya tak bersalah, akibat dari interogasi yang keras dan bertubi – tubi tersebut, Mansoor mengalami gangguan kejiwaan.

Sarmad, adik kandung Mansoor  terpengaruh oleh Islam Fundamentalis dan meninggalkan profesinya sebagai musisi dan memilih bergabung dengan jaringan teroris. Karena alasan agama, Sarmad menikahi paksa Mary (diperankan oleh Iman Ali), sepupunya sendiri keturunan Pakistan yang lahir dan tinggal di London, Inggris. Mary dengan gayanya yang mengikuti budaya Barat (dari segi pakaian) dan menjalin hubungan dengan pria kulit putih, akhirnya membuat ayahnya tidak tahan dan membawa mary pulang ke Pakistan dan dinikahkan secara diam – diam dengan Sarmad. Mary dan Sarmad dinikahkan di perbatasan Pakistan – Afganistan. Pacarnya mary, akhirnya mengadukan perbuatan ayahnya ke pemerintah Inggris setelah mary mengirimkan surat kepadanya.

Selain itu, film ini juga menceritakan tentang adanya perang diantara umat Islam Fundamentalis dan Liberal. Situasi ini tidak hanya mempengaruhi antara dunia barat dan kaum muslim tapi juga di dalam masyarakat muslim itu sendiri. Dalam situasi ini, Kaum Muslim yang berpendidikan dan modern sulit melakukan pendekatan terhadap kehidupan dan pakaian barat mereka. Sehingga, mereka dikritik dan dilecehkan oleh fundamentalis, di sisi lain, dunia barat melihat mereka sebagai calon tersangka terorisme hanya karena nama mereka muslim. Mengakibatkan penderitaan yang besar untuk umat muslim. Film “Khuda Ke Liay - In The Name Of God” yang artinya “Demi Tuhan!” ini didasarkan pada beberapa masalah yang sangat serius, memunculkan pertanyaan kontroversial yang melibatkan pikiran Umat Muslim pada sekarang ini.

Menurut pribadi saya, Film ini sangat cocok ditonton oleh ormas – ormas yang mengatasnamakan Islam tapi tidak berperilaku sebagaimana mestinya Orang Islam.

Referensi :

  1. http://www.imdb.com/title/tt1068956/
  2. http://www.21cineplex.com/in-the-name-of-god-name,movie,2404.htm
  3. http://www.inthenameofgod.com/
  4. http://id.wikipedia.org/wiki/Serangan_11_September_2001
12Aug/097

Jenazah itu bukan Noordin M Top Namanya

noordin-m-top

Jumat malam yang lalu (07/08/09), hampir semua stasiun televisi memberitakan soal terkepungnya teroris yang sangat dicari - cari, Noordin M Top namanya. Seseorang yang "katanya" merupakan ketua dari gembong teroris itu sedang dikepung polisi di rumah kontrakannya di temanggung, jawa tengah.
Hebat? Ya, bisa hari itu Polisi kita bisa dibilang hebat, karena telah berhasil menemukan bahkan mengepung gembong teroris tersebut. Semua berita di televisi sangat yakin kalau itu ada Noordin M Top, yang selama ini dicari. Bahkan ada 1 stasiun televisi yang dari awal terus mengikuti bahkan menyiarkannya.
Pengepungan masih terjadi hingga keesokan harinya. Baku tembak pun terjadi berkali - kali antara polisi dengan seorang pria yang ada didalam rumah tersebut. 1 orang? Ya, "diperkirakan cuma ada satu orang didalam rumah tersebut" begitu reporter salah satu stasiun televisi memberitakan dengan nada yakin.

17 Jam berlalu, entah berapa puluhan peluru dikeluarkan, berapa pasukan dikerahkan, berapa bom diledakan, cuma untuk 1 orang yang padahal belum tentu itu Noordin M Top. Dari situ sudah ketahuan, bagaimana kualitas aparat keamanan negeri ini. Tapi semua itu harus kita hargai atas "kerja keras"-nya.

Pria didalam rumah itu pun akhirnya tewas. Pertempuran usai, temanggung menjadi bulan - bulanan di televisi. Rumahnya ramai dikunjungin warga sekitar. Jenazah pria tersebut dibawa kerumah sakit untuk diidentifikasi, siapakah dia? Noordin M Top, antek - antek Noordin M Top atau warga sipil yang sakit jiwa?

Berita - berita di televisi masih gencar memberitakan keberhasilan aparat negeri memberantas teroris. Polisi masih terus menyelidiki. Pagi ini (12/08/09), polisi berhasil mengidentifikasi siapakah yang tewas dan sempat beradu senjata di temanggung itu? Noordin M Top? Ternyata BUKAN!

Dalam konferensi pers di RS Polri Kramat Jati, Rabu (12/8), Brigjen Eddy Suparwoko, Kapusdokkes Mabes Polri, menyatakan, Jenazah tersebut bukan gembong teroris Noordin M Top, melainkan Ibrahim alias Ibrohim (Boim) yang selama ini hilang pascapeledakan di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton - KOMPAS.com

Lalu?

   
Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes