Cicak berseteru dengan Buaya, si Tikus ketawa senang

Berita yang sekarang sedang ramai dibicarakan adalah soal cicak vs buaya. Siapa yang ndak tau soal itu? Mungkin dunia Internasional pun sedang menyorot ke masalah negeri ini, masalah yang melibatkan dua badan pemerintahan yang bisa dibilang mengemban tugas yang sama yaitu memberantas kejahatan (tindak kriminal dan korupsi).
Cicak dan Buaya berasal dari spesies yang sama yaitu reptil. Begitu juga dengan KPK dan POLRI yaitu sama - sama mengemban tugas yang sama. KPK menyelidiki oknum atau pejabat yang sekiranya melakukan korupsi, POLRI menindak lanjutinya. Tapi pada kenyataannya apa? Dua badan pemerintahan ini malah berseteru, mengeluarkan alibinya masing – masing, saling membongkar aib. Wahai Bapak KABARESKRIM dan Bapak Wakil Pimpinan KPK, ayolah damai, gabung bersama – sama memberantas kejahatan. Kita (masyarakat) harus percaya kepada siapa lagi untuk memberantas korupsi? Kalau dua badan penting di pemerintahan saja berseteru, saling melempar kesalahan. Kita (masyarakat) ndak bisa apa – apa pak! Kita berharap kepada bapak – bapak berseragam dan beratribut.
Ingat pak! Dibalik pertengkaran kalian wahai cicak dan buaya, ada tikus yang sedang menertawakan kalian. Pertengkaran kalian memberikan ruang kepada tikus untuk membersikan diri bahkan bisa berbuat lebih, menggerogoti uang negara demi memperkecil giginya, mencuri yang seharusnya milik masyarakat, berlari kesana – kesini mencari tempat sembunyi yang pada akhirnya pindah sarang.
Ah sudahlah, saya memang ndak ahli sama masalah yang satu ini, tapi saya berharap masalah ini cepat selesai dan kembali menangkap tikus – tikus perusak di negara ini.
Cicak atau Buaya itu soal pilihan
. Tergantung kita melihatnya dari sisi mana? Yang pasti kita mengharapkan Indonesia yang lebih baik.
gambar dan posting terkait : http://politikana.com/baca/2009/07/06/ayo-dukung-cicak-lawan-buaya.html
Jenazah itu bukan Noordin M Top Namanya

Jumat malam yang lalu (07/08/09), hampir semua stasiun televisi memberitakan soal terkepungnya teroris yang sangat dicari - cari, Noordin M Top namanya. Seseorang yang "katanya" merupakan ketua dari gembong teroris itu sedang dikepung polisi di rumah kontrakannya di temanggung, jawa tengah.
Hebat? Ya, bisa hari itu Polisi kita bisa dibilang hebat, karena telah berhasil menemukan bahkan mengepung gembong teroris tersebut. Semua berita di televisi sangat yakin kalau itu ada Noordin M Top, yang selama ini dicari. Bahkan ada 1 stasiun televisi yang dari awal terus mengikuti bahkan menyiarkannya.
Pengepungan masih terjadi hingga keesokan harinya. Baku tembak pun terjadi berkali - kali antara polisi dengan seorang pria yang ada didalam rumah tersebut. 1 orang? Ya, "diperkirakan cuma ada satu orang didalam rumah tersebut" begitu reporter salah satu stasiun televisi memberitakan dengan nada yakin.
17 Jam berlalu, entah berapa puluhan peluru dikeluarkan, berapa pasukan dikerahkan, berapa bom diledakan, cuma untuk 1 orang yang padahal belum tentu itu Noordin M Top. Dari situ sudah ketahuan, bagaimana kualitas aparat keamanan negeri ini. Tapi semua itu harus kita hargai atas "kerja keras"-nya.
Pria didalam rumah itu pun akhirnya tewas. Pertempuran usai, temanggung menjadi bulan - bulanan di televisi. Rumahnya ramai dikunjungin warga sekitar. Jenazah pria tersebut dibawa kerumah sakit untuk diidentifikasi, siapakah dia? Noordin M Top, antek - antek Noordin M Top atau warga sipil yang sakit jiwa?
Berita - berita di televisi masih gencar memberitakan keberhasilan aparat negeri memberantas teroris. Polisi masih terus menyelidiki. Pagi ini (12/08/09), polisi berhasil mengidentifikasi siapakah yang tewas dan sempat beradu senjata di temanggung itu? Noordin M Top? Ternyata BUKAN!
Dalam konferensi pers di RS Polri Kramat Jati, Rabu (12/8), Brigjen Eddy Suparwoko, Kapusdokkes Mabes Polri, menyatakan, Jenazah tersebut bukan gembong teroris Noordin M Top, melainkan Ibrahim alias Ibrohim (Boim) yang selama ini hilang pascapeledakan di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton - KOMPAS.com
Lalu?

