Bebaskan Ibu Prita!!!!!
Melanjutkan postingan dari teman - teman blogger sebelumnya.
Bukan untuk ikutan trend posting, bukan karena saya mengerti hukum, bukan karena saya mengerti UU ITE, tapi karena saya benar - benar merasa prihatin apa yang terjadi terhadap ibu prita. Miris.!!!! Seorang ibu dari 2 anak ini harus mendekam di penjara, karena beliau menuliskan sebuah surat elektronik ke sebuah situs berita ternama tentang beliau di dzalimin oleh sebuah rumah sakit yang KATANYA bertaraf internasional.
Kok aneh ya? siapa yang di dzalimin, siapa yang di tuntut bahkan di penjara! Salah? siapa yang salah?
Perasaan saya, di situs berita tersebut banyak kok yang menuliskan keluhan terhadap suatu produk atau instansi tertentu. Tapi? Semua itu di balas oleh instansi yang bersangkutan dengan meminta maaf.
Kenapa yang ini? Persoalan ibu Prita, harus dibawa ke jalur hukum? Mencemarkan nama baik? Tercemar atau tidaknya nama baik tergantung bagaimana sikap, tingkah laku kita kepada orang lain.
Ibu prita, ibu dari 2 orang anak ini, telah diperlakukan dengan tidak mestinya oleh pihak rumah sakit. Malpraktek istilahnya. Dimana si Dokter melakukan eksperimen ke si pasien.
Kasus ini banyak terjadi, mungkin ibu Prita adalah orang kesekian yang tersandung masalah malpraktik dengan rumah sakit yang berbeda.
Sekarang, saat ini. Apapun masalah yang ibu Prita alami, saya ikut prihatin. Saya tidak mengerti hukum, cuma ini yang bisa saya lakukan untuk menunjukkan bahwa saya benar - benar prihatin dengan apa yang ibu Prita alami. STOP!!! Jangan ada korban seperti ibu Prita lainnya, entah karena korban UU ITE, ataupun karena korban malpraktik. Dan saya percaya, hukum di negara kita berpihak kepada yang benar bukan kepada "yang benar - benar memberikan upeti".
Esia masih sering bermasalah
Beberapa bulan terakhir ini, saya merasa kesal dan jengkel terhadap jaringan CDMA Esia. Dimana ketika saya mengirimkan sebuah sms, selalu saja failed. Padahal sms yang saya kirim telah diterima oleh si penerima. Bahkan smsnya diterima berkali - kali. Bagaimana gak berkali - kali, dengan status sms yang failed tersebut, maka saya terus mengirim sms yang sama sampai statusnya terkirim. Entah sms yang terkirim tersebut memakan pulsa yang sesuai dengan jumlah sms yang terkirim atau tidak, karena sampai saat ini saya tidak mengecek sisa pulsa saya. Karena yang saya pikir, yang penting sms saya terkirim. Kalau ternyata pulsanya terpotong sesuai dengan jumlah sms yang terkirim, ini sangat merugikan para pengguna Esia. Saya akui tarif CDMA Esia lebih murah dibanding dengan tarif CDMA lainnya. Tapi kalau hal ini masih terus berlangsung, tarif Esia gak ada bedanya dengan tarif CDMA lainnya.
Oiya, sms yang statusnya terkirim pun gak langsung diterima oleh si penerima, bisa 1, 2, 4 jam berikutnya bahkan bisa keesokan harinya baru diterima oleh si penerima. Hal ini dapat menyebabkan pertengkaran dan mis-komunikasi dengan saudara, teman, sahabat, orang tua bahkan pacar.
1 kasus, beberapa hari yang lalu saya janjian dengan salah seorang teman saya di daerah matraman, berhubung HP GSM saya sudah low batt bahkan mati. Maka yang saya gunakan adalah CDMA Esia. Saat itu saya sangat bergantung pada Esia untuk terus meyakinkan ke teman saya kalau saya akan datang. Tapi apa daya, karena masalah jaringan Esia tersebut, saya hampir gagal bertemu dengan teman saya tersebut. Untung (masih ada untungnya juga) teman saya tersebut menelpon, andai saja teman saya tidak menelpon mungkin saya akan sia - sia datang jauh - jauh dari kost, ke matraman. Atau malah saya akan di-cap ingkar janji oleh teman saya, karena teman saya pikir, saya gak akan dateng karena belum memberi kabar.
Saat itu pulsa saya gak memungkinkan untuk menelpon, jadinya saya berharap pada fasilitas sms. Hal ini terjadi pada saya dan teman, coba bayangkan apabila ini terjadi pada pasangan Anda?


