[Film] Rumah Dara – Saw dari Indonesia

Rumah Dara
Pernah nonton film Hostel atau Saw?
Rumah Dara adalah sebuah film sejenis film Hostel atau Saw yang bergenre Slasher, dimana film ini menyajikan adegan yang bisa dibilang sangat SAKIT JIWA. Adegan membunuh, motong – memotong adalah lumrah di film ini.
Film ini sama sekali tidak dilarang oleh MUI. Padahal adegan di film ini bisa dibilang sangat berbahaya dibanding dengan film yang ada adegan ciuman, pelukan, bahkan berhubungan badan itu. Aneh? Agh, entahlah.
Pokoknya film ini bener – bener sakit jiwa banget, Psycho sangat. Psycho yang menguntungkan ada di film ini. Yang tujuan awalnya hanya untuk hidup lebih lama tanpa ada kerutan di wajah dengan membunuh, memutilasi dan memakan daging bayi sampai orang dewasa ini pada akhirnya menghasilkan uang, dengan cara menjual organ tubuh korban – korbannya. Yaiks!!
Darah ada dimana – mana, adegan pukul, tusuk, sampai memotong ada di film ini. Akting dari Shareefa Danish sebagai Ibu Dara – tokoh utama film ini – sangat memukau. Penjiwaannya tenang dan Freak.
Pokoknya buat para penggemar film jenis Slasher harus nonton! Film ini gak kalah bagus dengan film – film pendahulunya (Hostel dan Saw).
So? Nonton deh apalagi nontonnya cuma bertujuh dalam 1 ruangan bioskop. ENAK KAN???
Sang Kakek
Sebelum lebaran (28/09/2008), Bapak saya dirawat dirumah sakit MH. Thamrin Internasional Salemba karena darah tinggi yang dideritanya. Bapak saya dirawat dilantai 5 ruang 16, kelas 3 yang berisikan kurang lebih 6 tempat tidur dan baru dihuni 5 pasien. Ada seorang pasien kakek - kakek berusia sekitar 82 tahun (berdasarkan informasi pasien yang ada didepan tempat tidurnya) tepat dirawat didepan bapak saya. Kondisi si kakek memang sudah melemah, entah karena usianya yang sudah menginjak angka 8 atau karena penyakitnya saya kurang tau. Berdasarkan informasi dari bapak saya, si kakek dirawat karena penyakit diabetesnya.
Tulang - tulangnya terlihat sangat jelas sekali, sebagaimana orang tua lanjut usia kebanyakan. Tapi ada yang lucu dari si kakek tingkah laku si kakek. Pagi-pagi, terjadi percakapan antara si kakek dengan suster yang ingin memandikannya, yang menurut saya cukup menggelikan.

