Musisi Jalanan, kata kerennya dari pengamen, hampir tiap hari kita temui entah lagi di bis, di warung makan, atau pun ketika di rumah. Entah kenapa, aku lebih suka mendengar mereka – para musisi jalanan – itu membawakan lagu, dibanding dengan band – band dalam negeri yang makin bermunculan. Mereka – para musisi jalanan – membawakan lagunya lebih keren dari penyanyi aslinya. Tapi gak semua musisi jalanan tersebut terlihat keren, apalagi yang cuma mengandalkan “tepukan tangan” atau pun botol yang berisi entah beras atau pun batu itu.
Aku pribadi, sangat apreciate kepada mereka yang emang benar – benar niat untuk mengamen, gak asal dalam penampilan, bermodal (semacam bawa beberapa alat musik, minimal gitar) dan memang mempunyai bakat nyanyi. Emang sih, gak semua pengamen atau musisi jalanan itu mempunyai bakat nyanyi, tapi setidaknya penampilannya gak lusuh, gak cuma berharap belas kasihan dari yang mendengarkan dan juga setidaknya (lagi) pintar memetik gitar, sehingga bisa menutupi semua kekurangan yang dimiliki.
Beberapa hari yang lalu, aku naik Patas AC 11, jurusan Pulo Gadung – Grogol. Macet lagi melanda Jakarta waktu itu dan sewaktu di Slipi, naiklah 2 orang pengamen, penampilan mereka biasa, mereka membawa 2 gitar. Selang beberapa waktu, layaknya pengamen, satu dari mereka langsung membuka wacana, kalau mereka akan mengamen di bis ini (Patas AC 11). Semacam penyiar radio membacakan atensi untuk pendengar. Ya bisa dibilang kita sedang mendengarkan radio bis fm
.
Alhasil mereka membawakan beberapa lagu, salah satunya lagunya “Menghitung hari”-nya Krisdayanti yang sudah di arrangement ulang oleh Anda. Dan lagu itu sangat terlihat beda ketika mereka – musisi jalanan – nyanyikan. Menghibur sangat, dan setelah itu mereka pun meraup uang yang tak sedikit dari para penumpang yang ada. Itulah hasil yang pantas mereka dapatkan ketika memang mereka bisa menghibur penumpang yang memang sudah letih seharian bekerja ditambah macetnya jakarta waktu itu.
Hasil berbanding lurus dengan Usaha – mungkin bisa dibilang begitu. Selagi mereka menghibur dan penampilan mereka bagus, mereka akan mendapatkan hasil yang setimpal. Bukan malah memaki penumpang yang gak ngasih ketika mereka mencoba menodongkan bungkusan permen setelah selesai ngamen. Gak banyak juga mereka seperti yang aku sebutkan sebelumnya yang mana penampilan kaya preman, nyanyi gak bagus dan memaki kalau gak dikasih.
Btw, ada beberapa pengamen bis yang sangat aku kangenin untuk ngedengerin mereka nyanyi lagi. Dan bukan mau sombong, aku selalu ngasih kepada mereka yang memang bagus penampilannya minimal dari segi suara dan memainkan alat musik yang dibawanya.
Gimana dengan kalian?


