Taman Bermain Waterbomm Kau dengan duniamu saja

23Jul/107

Despicable Me

Despicable Me

Despicable Me

Despicable Me, Inception dan The Sorcerer's Apprentice. Yaiks.. itu apa ya? itu apa sih? gak tau? seriusan gak tau? coba deh di search di google :P

Gini, itu 3 judul film terbaru yang belum lama ini keluar dari 3 genre yang berbeda. Despicable Me bergenre animasi dan komedi, Inception bergenre drama dan misteri, dan The Sorcerer's Apprentice bergenre action, petualangan dan juga ada sedikit *eh apa banyak ya?* komedi. Terus kenapa? gak kenapa2, cuma mau update blog aja.

Coba aja tonton ketiga film tersebut. Dijamin dapet ekspresi yang berbeda.

Despicable me bikin ketawa ngakak dari awal film mulai sampe selesai. Ceritanya penuh makna dan penuh lelucon - lelucon *halah bahasanya*. Film ini menceritakan seorang bernama Gru yang merencanakan pencurian terbesar dalam sejarah dunia. Gru mencoba untuk mencuri bulan. What? Iyah bulan, sakit kan? Gru ini orangnya seneng banget sama segala hal yang berbau - bau jahat gituh. Akhirnya, Gru merencanakan strategi buat nyuri tuh bulan. Disusunlah rencana demi rencana, detil. Pada akhirnya dia membutuhkan sebuah alat yang fungsinya adalah untuk menyusutkan apapun menjadi kecil. Alat tersebut harus Gru dan tim (yang disebut sebagai Tim the minion) curi. Ternyata gak segampang itu untuk nyuri tuh alat. Gru ketemu saingannya, Vector. Vector ini ternyata anak si Kepala Bank yang suka ngasih dana untuk orang - orang jahat model Gru. Vector ini lebih hebat, diawal film, Vector udah bisa nyuri Piramida di Mesir. Keren!!!

Ternyata Vector merencanakan hal yang serupa. Eh, apa karena dikasih tau bapaknya? Agh lupa =)) pokoknya gituh deh. Vector sama Gru rebutan buat dapetin itu senjata. Karena cuma senjata itu yang bisa ngecilin bulan. Awalnya Gru berhasil mencuri dari tempat aslinya, terus direbut Vector, terus Gru, dan akhirnya Vector yang dapetin. Gru gak putus asa, dia cari cara untuk mencuri itu senjata di rumahnya Vector. Rumahnya Vector ternyata dipersenjatai macam - macam. Gru gak berhasil masuk ke rumahnya Vector. Jangankan masuk, di depan pintu gerbangnya aja Gru udah dihajar abis - abisan sama senjata yang ngelindungin rumahnya Vector.

Setelah dihajar sana sini, Gru ngeliat ada 3 anak kecil yang bisa masuk ke dalam rumahnya Vector dengan mudahnya. Iya anak kecil, bocah, cewe pula. Namanya Margo, Edith sama Agnes. Mereka berasal dari yayasan yatim piatu. Mereka disuruh bekerja jualan kue sama pengurus yayasan (Miss Hattie) itu. Disitu, Gru melihat ada secerca harapan buat nyuri *minimal masuk* ke rumahnya Vector. Gru coba dateng ke rumah yayasan itu, dan mau ngangkat mereka (Margo, Edith dan Agnes) menjadi anaknya. Ya, namanya penjahat, pasti ada aja caranya :))

Selanjutnya? Tonton aja... :D

Lucunya dimana? serunya dimana? makanya ditonton.. apalagi kalo liat tingkah si Tim the minionnya... papoy.. papoy.. =))

17Feb/1021

[Kehidupan] Tentang Pengamen

Musisi Jalanan

Musisi Jalanan

Musisi Jalanan, kata kerennya dari pengamen, hampir tiap hari kita temui entah lagi di bis, di warung makan, atau pun ketika di rumah. Entah kenapa, aku lebih suka mendengar mereka – para musisi jalanan – itu membawakan lagu, dibanding dengan band – band dalam negeri yang makin bermunculan. Mereka – para musisi jalanan – membawakan lagunya lebih keren dari penyanyi aslinya. Tapi gak semua musisi jalanan tersebut terlihat keren, apalagi yang cuma mengandalkan “tepukan tangan” atau pun botol yang berisi entah beras atau pun batu itu.

Aku pribadi, sangat apreciate kepada mereka yang emang benar – benar niat untuk mengamen, gak asal dalam penampilan, bermodal (semacam bawa beberapa alat musik, minimal gitar) dan memang mempunyai bakat nyanyi. Emang sih, gak semua pengamen atau musisi jalanan itu mempunyai bakat nyanyi, tapi setidaknya penampilannya gak lusuh, gak cuma berharap belas kasihan dari yang mendengarkan dan juga setidaknya (lagi) pintar memetik gitar, sehingga bisa menutupi semua kekurangan yang dimiliki.

Beberapa hari yang lalu, aku naik Patas AC 11, jurusan Pulo Gadung – Grogol. Macet lagi melanda Jakarta waktu itu dan sewaktu di Slipi, naiklah 2 orang pengamen, penampilan mereka biasa, mereka membawa 2 gitar. Selang beberapa waktu, layaknya pengamen, satu dari mereka langsung membuka wacana, kalau mereka akan mengamen di bis ini (Patas AC 11). Semacam penyiar radio membacakan atensi untuk pendengar. Ya bisa dibilang kita sedang mendengarkan radio bis fm :) .

Alhasil mereka membawakan beberapa lagu, salah satunya lagunya “Menghitung hari”-nya Krisdayanti yang sudah di arrangement ulang oleh Anda. Dan lagu itu sangat terlihat beda ketika mereka – musisi jalanan – nyanyikan. Menghibur sangat, dan setelah itu mereka pun meraup uang yang tak sedikit dari para penumpang yang ada. Itulah hasil yang pantas mereka dapatkan ketika memang mereka bisa menghibur penumpang yang memang sudah letih seharian bekerja ditambah macetnya jakarta waktu itu.

Hasil berbanding lurus dengan Usaha – mungkin bisa dibilang begitu. Selagi mereka menghibur dan penampilan mereka bagus, mereka akan mendapatkan hasil yang setimpal. Bukan malah memaki penumpang yang gak ngasih ketika mereka mencoba menodongkan bungkusan permen setelah selesai ngamen. Gak banyak juga mereka seperti yang aku sebutkan sebelumnya yang mana penampilan kaya preman, nyanyi gak bagus dan memaki kalau gak dikasih.

Btw, ada beberapa pengamen bis yang sangat aku kangenin untuk ngedengerin mereka nyanyi lagi. Dan bukan mau sombong, aku selalu ngasih kepada mereka yang memang bagus penampilannya minimal dari segi suara dan memainkan alat musik yang dibawanya.

Gimana dengan kalian?

5Feb/1019

[Film] Rumah Dara – Saw dari Indonesia

Rumah Dara

Rumah Dara

Pernah nonton film Hostel atau Saw?

Rumah Dara adalah sebuah film sejenis film Hostel atau Saw yang bergenre Slasher, dimana film ini menyajikan adegan yang bisa dibilang sangat SAKIT JIWA. Adegan membunuh, motong – memotong adalah lumrah di film ini.

Film ini sama sekali tidak dilarang oleh MUI. Padahal adegan di film ini bisa dibilang sangat berbahaya dibanding dengan film yang ada adegan ciuman, pelukan, bahkan berhubungan badan itu. Aneh? Agh, entahlah.

Pokoknya film ini bener – bener sakit jiwa banget, Psycho sangat. Psycho yang menguntungkan ada di film ini. Yang tujuan awalnya hanya untuk hidup lebih lama tanpa ada kerutan di wajah dengan membunuh, memutilasi dan memakan daging bayi sampai orang dewasa ini pada akhirnya menghasilkan uang, dengan cara menjual organ tubuh korban – korbannya. Yaiks!!

Darah ada dimana – mana, adegan pukul, tusuk, sampai memotong ada di film ini. Akting dari Shareefa Danish sebagai Ibu Dara – tokoh utama film ini – sangat memukau. Penjiwaannya tenang dan Freak.

Pokoknya buat para penggemar film jenis Slasher harus nonton! Film ini gak kalah bagus dengan film – film pendahulunya (Hostel dan Saw).

So? Nonton deh apalagi nontonnya cuma bertujuh dalam 1 ruangan bioskop. ENAK KAN???

Get Adobe Flash player