Taman Bermain Waterbomm Kau dengan duniamu saja

25Apr/1113

#Obsat: Berani Bicara Asuransi

Asuransi

Asuransi

Obsat. Ini kali keberapa ya daku dateng ke acara obsat. Entah deh. Tapi, kali ini pembahasannya juga menarik.

Ngobrolin tentang ketakutan sebagian besar orang. Entah takut karena agennya, takut karena gak ada biaya atau takut karena lainnya. Asuransi. Pas denger namanya aja mungkin untuk sebagian orang males karena sikap agen yang terlalu maksain kita untuk ikut asuransi yang mereka tawarkan. Tapi, gak sedikit juga yang pengen tau penjelasan soal ini. Buktinya, obsat beberapa waktu lalu - tepatnya tanggal 12 April kemarin - banyak yang datang. Termasuk daku, yang salah langkah karena mengambil unit link. Hah? Kok salah? Yuk dibahas.

Jadi gini, Obsat kemarin yang dipandu sama Mas Aidil Akbar itu seru banget. Diawal, Mas Aidil memberikan kesempatan beberapa orang untuk mengungkapkan isi hatinya soal asuransi. Dan, ternyata.. waw.. semua merasa kecewa dengan pihak asuransi, dari cara ngurusnya yang belibet, sampe pihak asuransinya yang gulung tikar. Errr.. ngeri gak sih? Dan, sebagian dari mereka yang curhat itu menggunakan asuransi yang sama dengan yang daku pakai. Duh. Selama ini daku pake asuransi dengan tujuan yang salah. Mas Aidil menjelaskan secara detil apa itu asuransi, tujuan apa yang harus kita encamkan dipikiran kalo mau pake asuransi, sama jenis asuransi apa yang harus kita miliki. Ribet? Iyah. Penting? Iyalah :D

Pertama,

Apa sih asuransi itu?

Asuransi itu perlindungan terhadap resiko seseorang atau individu. Asuransi dibutuhkan sebagai langkah proteksi untuk meng-cover resiko keuangan.

Dari situ udah jelas apa itu asuransi, dan tujuan utamanya kita pake asuransi itu apa. Daku mikir lagi, daku waktu itu tujuan awal pake asuransi adalah untuk mendapatkan keuntungan finansial, dimana yang 10 tahun kedepan, apa yang sudah daku investasikan bisa daku tarik dan ya mungkin untuk biaya nikah nanti. Ternyata itu salah. Tujuan yang harus kita pegang adalah untuk mengganti kerugian yang sifatnya finansial, bukannya untuk mendapatkan keuntungan. Kalau kata Mas Aidil, ini namanya Utmost Good Faith.

Kedua,

Asuransi itu penting. Yang namanya sakit, kita gak akan tau. Sakit bisa kapan aja. Terus kalo udah sakit, biayanya gimana? Kantor? Hampir semua kantor gak meng-cover semua biaya rumah sakit. Sesuai di poin pertama, tujuan kita adalah meng-cover kerugian yang bersifat finansial. Disatu sisi, kalo kita gak punya asuransi, kita bakalan nombok kekurangan biaya. Kalo kita banyak uang, kalo ngga? Sekalipun asuransi juga gak cover semua biaya, setidaknya bisa patungan sama apa yang ditanggung kantor. Itu akan menjadi lebih ringan.

Ketiga,

Asuransi itu banyak jenisnya dan banyak macamnya. Terus asuransi mana yang cocok untuk kita? Kita harus tau dulu kebutuhan kita apa saja. Sesuai saran Mas Aidil, kalo untuk orang macam daku yang masih single, tampan dan belum ada tanggungan, lebih baik ambil asuransi kesehatan saja. Karena yang kita butuhkan adalah itu. Dimana kalo kita sakit, asuransi bakal meng-cover itu. Dari sini kita udah bisa merencanakan deh, berapa dana yang mau dialokasikan untuk asuransi pilihan kita.

Keempat,

Asuransi yang mana yang jadi rekomendasi untuk kita ambil?

Mas Aidil ngejelasinnya gini :

Kalau mau tau soal asuransi mana yang bagus, ngga ada salahnya nanya ke pihak rumah sakit, cek rekomendasi mereka.

Oh ya, perusahaan asuransi yang punya banyak cabang juga memudahkan kita loh. Masuk akal sih. Selama ini, daku pake asuransi karena ajakan teman, bukannya nanya dan cari tau dulu. Ya namanya teman, kita agak segan untuk menolaknya.

Udah tau asuransi itu apa, seberapa pentingnya asuransi, jenis dan macam asuransi, rekomendasi asuransi mana yang bagus. Yang terakhir adalah kenali produk dari asuransi. Baca dengan teliti polisnya, minta penjelasan yang detil dari agen, dan cari tahu bagaimana cara untuk klaim. Perusahaan asuransi yang ideal adalah Perusahan asuransi yang mempunyai produk yang terjamin dan terpercaya juga kemudahan dalam klaim asuransi itu sendiri. Kata Mas Aidil sih begitu :D

Jaman sekarang, yang namanya asuransi bermacam - macam jenis dan kisarannya. Tergantung kita ambil paket yang mana. Ada yang preminya mulai Rp.39ribu sampe ratusan ribu, contohnya CIGNA Executive Protection. Dengan asuransi kecelakaan yang preminya Rp.39rb, kita dapat tanggungan sampai Rp.2,5jt per-tahun. Lumayan kan? Apalah artinya uang Rp.39rb kalo udah bicara soal perlindungan di saat yang tidak terduga.

Oh iya, Mas Aidil juga menegaskan gini: "Lebih baik ambil asuransi, tok.". Iyah sih, namanya asuransi ya asuransi bukan tabungan atau investasi.

Gak ada salahnya proteksi diri dari sekarang, selagi bisa dan mampu. Siapa lagi yang peduli sama diri kita kalo bukan kita sendiri? Buktinya, daku udah memproteksi diri dengan 2 asuransi pribadi, 1 dari kantor dan 1 dari orang tua. Eh, yang orang tua udah kelar masanya ding :))

Btw, makanannya kambing guling, loh :)) . So, polling nih, buat kamu, asuransi itu?

14Feb/1133

[Sinetron] Putri yang ditukar

Gerakan Koin untuk "Putri yang ditukar"

Pertanggal 20 September 2010, Stasiun televisi RCTI mulai menyiarkan (yang menurut mereka) mega sinetron "Putri yang ditukar". Sinetron yang menceritakan Amira (Nikita Willy) dan Zahira (Yasmine Wildblood) yang dengan sengaja ditukar sewaktu masih bayi oleh Wisnu (Yadi Timo), dengan alasan dendam kepada Pak Prabu (Atalarik Syah). Film ini terus diputar dengan adegan yang sinetron banget, you know lah.. Tapi, jujur sih ya.. sebenernya untuk sinetron tersebut, aku agak suka, diawalnya. Tapi, semakin kemari, ceritanya semakin dibuat diputar - putar. Ekspektasi penonton yang harusnya sinetron itu bakalan tamat, ternyata dipatahkan oleh sang sutradara. Ceritanya semakin dipersulit. Semakin dijauhkan dari akhir cerita. Mulai jenuh, dengan cerita yang semakin diperpanjang (mungkin mau ngalahin Cinta Fitri dan Tersanjung) dan durasi tayang seminggu full dari jam 7 malam sampai jam 11 malam.

Gak aneh, pada akhirnya muncul sebuah gerakan yang merasa kasihan dengan para pemain sinetron "Putri yang ditukar" tersebut. Kasihan dengan para pemainnya yang harus kejar tayang, yang harus jatuh bangun sakit, buta, sakit lagi, jatuh ke jurang, berantem dll. Mungkin, gerakan ini bertujuan untuk mengumpulkan koin supaya para putri yang ditukar bisa ngetes dna dan mengembalikannya ke orang tua mereka yang sebenarnya. Kasihankan, bertahun - tahun ketukar kehidupannya :D

Dibilang ndak mendidik, ya namanya juga sinetron, (yang menurut saya) belum ada sinetron yang mendidik. Apalagi dengan jam tayang yang bertepatan dengan kebanyakan anak - anak menonton tv.

Terlepas dari itu semua, saya tertarik dengan karakter surti (Ana Pinem), dimana surti punya karakter yang kuat banget. Lebay dan pede abis, yang kalo tiap masalah, Surti selalu mengaitkan dengan dirinya =)) . Apalagi, kalo Surti udah ketemu sama Rizqi (Rezki Aditya).

So, menurut kalian, sinetron ini gimana?

16Nov/101

[Film] In The Name Of God (Khuda Kay Liye)

In The Name Of God

In The Name Of God

“Atas nama apapun. Terorisme, Ekstrimisme, Separatisme dan Kekerasan tidak dibenarkan.”

Film yang menceritakan tentang situasi sulit dimana Pakistan pada khususnya dan umat Islam pada umumnya terjebak paska peristiwa 11 September. Adalah dua musisi bersaudara kelahiran Lahore, Pakistan, yang terjebak situasi paska tragedi yang menewaskan hampir 3000 orang itu. Mansoor (diperankan oleh Shaan), kakak dari Sarmad (diperankan oleh Fawad Khan) melanjutkan sekolah musik ke Amerika, yang kemudian menikahi teman sekelasnya warga Amerika, Jenie (diperankan oleh Austin Marie Sayre). Setelah peristiwa 11 September, Mansoor dituduh terlibat jaringan teroris Al-Qaeda oleh aparat yang berwenang. Walaupun akhirnya tak bersalah, akibat dari interogasi yang keras dan bertubi – tubi tersebut, Mansoor mengalami gangguan kejiwaan.

Sarmad, adik kandung Mansoor  terpengaruh oleh Islam Fundamentalis dan meninggalkan profesinya sebagai musisi dan memilih bergabung dengan jaringan teroris. Karena alasan agama, Sarmad menikahi paksa Mary (diperankan oleh Iman Ali), sepupunya sendiri keturunan Pakistan yang lahir dan tinggal di London, Inggris. Mary dengan gayanya yang mengikuti budaya Barat (dari segi pakaian) dan menjalin hubungan dengan pria kulit putih, akhirnya membuat ayahnya tidak tahan dan membawa mary pulang ke Pakistan dan dinikahkan secara diam – diam dengan Sarmad. Mary dan Sarmad dinikahkan di perbatasan Pakistan – Afganistan. Pacarnya mary, akhirnya mengadukan perbuatan ayahnya ke pemerintah Inggris setelah mary mengirimkan surat kepadanya.

Selain itu, film ini juga menceritakan tentang adanya perang diantara umat Islam Fundamentalis dan Liberal. Situasi ini tidak hanya mempengaruhi antara dunia barat dan kaum muslim tapi juga di dalam masyarakat muslim itu sendiri. Dalam situasi ini, Kaum Muslim yang berpendidikan dan modern sulit melakukan pendekatan terhadap kehidupan dan pakaian barat mereka. Sehingga, mereka dikritik dan dilecehkan oleh fundamentalis, di sisi lain, dunia barat melihat mereka sebagai calon tersangka terorisme hanya karena nama mereka muslim. Mengakibatkan penderitaan yang besar untuk umat muslim. Film “Khuda Ke Liay - In The Name Of God” yang artinya “Demi Tuhan!” ini didasarkan pada beberapa masalah yang sangat serius, memunculkan pertanyaan kontroversial yang melibatkan pikiran Umat Muslim pada sekarang ini.

Menurut pribadi saya, Film ini sangat cocok ditonton oleh ormas – ormas yang mengatasnamakan Islam tapi tidak berperilaku sebagaimana mestinya Orang Islam.

Referensi :

  1. http://www.imdb.com/title/tt1068956/
  2. http://www.21cineplex.com/in-the-name-of-god-name,movie,2404.htm
  3. http://www.inthenameofgod.com/
  4. http://id.wikipedia.org/wiki/Serangan_11_September_2001
Get Adobe Flash player