[Review] The Kube 2 : Smallest Touch In The World
MP3 Player sudah menjadi barang yang wajib untuk kawula muda seperti saya ini. Fungsinya yang bisa memutar lagu ini sangatlah berguna selama menunggu bis atau angkot, atau juga selama di perjalanan. Walkman atau Discman sudah bukan jamannya. Lagu sekarang sudah dalam format digital, pemutar musiknya pun sudah bermacam - macam dari segi bentuk dan kapasitasnya. The Kube 2 adalah MP3 Player yang unik.
Selain bentuknya yang kubus berukuran 1x1x1 inch, The Kube 2 juga memberikan kemudahan dan gaya hidup berbeda. Cukup dengan menggunakan ujung jari di kubus kecil ini, kita bisa memutar, mengganti, menghentikan, atau memilih lagu yang ingin didengar. The Kube 2 mampu memutar lagu hingga 6 jam dengan waktu pengisian kurang lebih 1 jam.
Memori yang digunakan dalam pemutar musik ini bukan internal, melainkan eksternal yaitu dalam bentuk kartu memori microSD dengan kapasitas 4GB (sudah disertakan dalam paket). Kalau merasa kurang puas dengan kapasitas tersebut, The Kube 2 bisa diganti kartu memorinya sampai dengan kapasitas 32GB.
Kualitas? Sekalipun ukurannya mungil, kualitas dan kejernihan suara yang dihasilkannya bagus. MP3 Player dengan berat 18 gram ini memberikan spesifikasi maksimal bagi pengunanya, dukungan lagu MP3 320kbps dengan teknologi VBR (Variable Bit Rate) menghasilkan audio yang jernih.
Setiap barang pasti ada kekurangannya, kekurangan dari The Kube 2 ini adalah tidak adanya slot untuk tali yang bisa dikalungkan di leher. Serba salah kalau dimasukkan ke kantong akan menonjol, kalo digantung begitu saja pun ribet.
The Kube 2 sudah ada dipasaran pada pertengahan November yang lalu dengan harga Rp.425.000. Dalam satu paket The Kube 2 sudah dilengkapi dengan stiker skin, earphone, kabel USB, buku manual penggunaan, pembaca kartu memori microSD, dan kartu memori kapasitas 4GB.
Info lebih lanjut tentang The Kube 2, bisa dilihat di http://www.thekube2.co.id
[Review] Blackberry Bold 9900 Dakota
Beberapa bulan yang lalu, RIM mengeluarkan beberapa produk Blackberry terbarunya. Salah satunya BlackBerry® Bold™ 9900. Saya pun mendapatkan kesempatan untuk mencoba Blackberry Dakota, nama lain dari Blackberry tipe 9900 ini.
Ternyata Blackberry tipe ini bentuk fisiknya hampir sama dengan seri sebelumnya yaitu seri 9000. Bedanya, sistem operasi yang digunakan di seri ini adalah OS Blackberry 7, yaitu OS Blackberry generasi terbaru yang dilengkapi serangkaian fitur baru dan aplikasi inovatif yang super canggih. Selain itu disertai dengan processor 1,2 GHz dan layar 24 bit beresolusi tinggi, yang memberikan kelancaran animasi dan waktu respon yang cepat.
Saat ini Blackberry Dakota merupakan Blackberry paling tipis. Dengan rangka baja antikarat bertekstur yang elegan, permukaan berlekuk, dan pelindung komposit yang canggih, BlackBerry® Bold™ 9900 sangat kaya akan fitur sekaligus ringan dan tahan lama.
Perekam video HD 720p dan kamera 5 MP dapat membuat kita mengabadikan momen inspiratif, spesial, dan lucu yang terjadi begitu cepat.
Menurut saya, layar sentuhnya menjadi kurang maksimal karena layarnya yang kurang lebar. Sehingga membuat saya lebih banyak menggunakan keypad dan trackpad.
Tidak menutup kemungkinan adanya nuked pada setiap produk Blackberry termasuk Blackberry terbaru ini. Bahkan saya mengalami dua kali. Mungkin karena ketidak-stabilan pada sistem operasi terbarunya. Terakhir saya menggunakan OS 7 rel 317 dan stabil sampai saat ini. OS Blackberry 7 yang tidak stabil menurut saya adalah versi 353 dan 440.
Ah, ya.. Karena waktu yang tidak lama, saya tidak sempat untuk mengutak - atik lebih jauh. Semoga aja setelah ini, Blackberry Dakota ini menjadi hak milik saya. Amin.
[Film] Insidious
It's not the House that's Haunted. Berawal dari sebuah keluarga yang baru saja pindah rumah. Renai (Rose Byrne) di hari pertama kepindahannya membuka album foto sewaktu masih kanak - kanak, Dalton (Ty Simpkins), putra pertamanya menanyakan kenapa Ayahnya, Josh (Patrick Wilson) tidak ada di album foto tersebut. Renai beralasan kalau Ayahnya adalah seorang yang pemalu di depan kamera. Dalton sempat mengatakan kepada Ibunya kalau dia takut dengan kamar barunya, dan Ibunya menenangkan Dalton. Beberapa waktu kemudian, ketika Dalton sedang asik bermain, pintu menuju lantai atap rumahnya terbuka dan Dalton mendengar suara dari arah tersebut. Dalton pun pergi untuk menyelidiki suara tersebut. Dalton pun menaiki tangga untuk berusaha menyalakan lampu di ruangan tersebut, karena kondisi ruangan yang gelap. Tangga tua yang rapuh, membuat dalton terjatuh. Setelah itu, Dalton teriak histeris karena melihat sudut ruang yang gelap, Renai dan Josh bergegas ke ruang atap dan menolongnya dan mengistirahatkan Dalton di kamarnya.
Keesokan harinya, Josh membangunkan Dalton, Dalton pun tidak memberikan respon. Akhirnya, Mereka (Renai dan Josh) membawa Dalton ke rumah sakit. Dokter di rumah sakit menjelaskan, kalau Dalton mengalami koma yang tidak jelas penyebabnya.
Tiga bulan kemudian, Dalton yang masih dalam keadaan koma akhirnya dibawa pulang ke rumah dan dirawat di kamarnya. Selama beberapa hari, kejadian - kejadian mistis terus terjadi. Renai mempercayai kalau rumahnya ada hantunya dan menceritakan kejadian tersebut kepada Josh. Josh tidak percaya, sekalipun Renai menunjukan handprint berdarah di sprei Dalton. Pada suatu ketika, Renai diserang oleh Pria misterius di kamarnya, Josh yang pada waktu itu tidur di ruang tamu, kaget mendengar jeritan Renai dan langsung lari ke kamarnya untuk mengetahui kondisi Renai. Josh tidak menemukan orang lain di kamarnya.
Keluarga tersebut akhirnya pindah rumah lagi. Di rumah barunya lagi, Ibu Josh (Barbara Hershey) percaya apa yang dikatakan oleh menantunya, Renai. Di rumah barunya pun, kejadian mistis masih terus terjadi, malah lebih semakin menjadi.
Dipanggillah seorang paranormal, Elise Reiner (Lin Shaye) untuk menelusuri sebenarnya apa yang terjadi di rumahnya. Elise Reiner menceritakan kejadian yang sedang menimpa keluarga Josh ini. Josh dan Dalton ternyata adalah seorang traveler, yang mana mempunyai kekuatan untuk melepaskan roh dari tubuhnya. Atau, istilah jawanya adalah Raga Sukma (maaf kalau salah). Dalton terjebak di alam yang berbeda, dan Elise meminta Josh untuk menggunakan kekuatannya tersebut untuk menolong Dalton.
-
Insidious adalah film bergenre Horor Thriller, disutradarai oleh James Wan dan ditulis oleh Leigh Whannell.












