Pernah ngalamin
Pernah gak sih, ngalamin kejadian yang sebenernya udah kalian alami sebelumnya? Atau gak, ngalamin kejadian yang menurut kalian, kejadian itu sebenernya udah pernah kalian alami di alam mimpi?
Ah ya, saya juga pernah, malah sering. Bahkan, bisa dibilang, setidaknya 70% penduduk bumi pernah ngalamin hal seperti ini. Mungkin saya salah satu dari 70% itu. Jadi ya, beberapa hari yang lalu, saya pergi ke suatu tempat dan mengalami kejadian yang - entah saya lupa - pernah saya lihat / rasakan sebelumnya, dengan pelaku, bahkan latar yang sama. Persis! Bahkan, saya bisa tau apa yang akan saya lakukan selanjutnya (berdasarkan dari apa yang saya lihat sebelumnya).
Tapi, hal itu tidak membuat saya jadi percaya sepenuhnya terhadap apa yang saya mimpikan sewaktu tidur. Ada sedikit rasa ketakutan, mimpi itu akan jadi kenyataan (lagi) kalau nanti saya mengalami mimpi buruk. Ya ya.. namanya juga manusia, gak mau hal buruk menimpa dirinya. Tinggal gimana kita nanggapin setiap mimpi yang datang aja. Malahan, mimpi yang gak seharusnya kita harapkan jadi kenyataan, eh jadi kenyataan. Mimpi yang rasanya sangat mustahil untuk kita rasakan malah jadi kenyataan. Namanya kejadian, udah terjadi, kita juga ga bisa ngindar toh?
Saya selalu lupa apakah kejadian ini sudah saya rasakan sebelumnya atau memang ini mimpi yang jadi kenyataan. Untuk melakukan flashback itulah yang susah. Kalau hal ini terjadi beberapa kali dalam jangka waktu yang lama mungkin gak terlalu mengganggu, tapi saya sering banget ngalamin hal ini. Awalnya sih nikmatin, tapi lama kelamaan terganggu. Terganggu terhadap apa yang akan saya lakukan kedepannya nanti jadinya membuyarkan segala rencana yang sudah saya susun sebelumnya.
Semoga saja apa yang saya lakukan hari ini, bukan berasal dari mimpi saya semalam. ![]()
Sampai Kapan?
Tepat tanggal 31 Desember nanti, kontrak yang telah ku jalani selama 1 tahun ituh akan berakhir sudah. Sampai saat ini belum ada kepastian "apakah diriku akan diperpanjang atau tidak?" -- rasa was - was menghantui, CV dan Lamaran pun sudah aku kirimkan kembali ke kantor yang sudah kutempati kurang lebih 15 bulan ini. Menunggu - itu intinya. Aku tidak berharap banyak apakah surat kontak baru ituh akan turun lagi atau tidak. Akan tetapi, jika surat kontrak itu turun lagi, aku berjanji aku akan bekerja dengan sangat giat - toh, aku juga membutuhkannya untuk menyambung kuliahku yang mungkin akan terhenti kurang lebih 2 bulan ke depan.
Bimbang? yap, rasa bimbang itu datang. Rasa dimana apakah saya harus memilih dan tidak, bimbang karena saya merasa saya tidak dapat menjalani dengan baik pekerjaan yang diberikan. dan bimbang karena saya perlu kerjaan ituh.. saya perlu hasil dari kerjaan ituh, karena dari situ lah saya bisa melanjutkan kuliah.
menantikanmu dalam jiwaku
sabarku menunggu
berharap sendiri
aku mencoba
merindukan bayanganmu
karena hanyalah bayanganmu yang ada
---------------------------------------------------------------
sampai kapan
akupun tak sanggup tuk pastikan
kudapat memendam seluruh rasa ini
Tapi sampai kapan?


