Sampai Kapan?
Tepat tanggal 31 Desember nanti, kontrak yang telah ku jalani selama 1 tahun ituh akan berakhir sudah. Sampai saat ini belum ada kepastian "apakah diriku akan diperpanjang atau tidak?" -- rasa was - was menghantui, CV dan Lamaran pun sudah aku kirimkan kembali ke kantor yang sudah kutempati kurang lebih 15 bulan ini. Menunggu - itu intinya. Aku tidak berharap banyak apakah surat kontak baru ituh akan turun lagi atau tidak. Akan tetapi, jika surat kontrak itu turun lagi, aku berjanji aku akan bekerja dengan sangat giat - toh, aku juga membutuhkannya untuk menyambung kuliahku yang mungkin akan terhenti kurang lebih 2 bulan ke depan.
Bimbang? yap, rasa bimbang itu datang. Rasa dimana apakah saya harus memilih dan tidak, bimbang karena saya merasa saya tidak dapat menjalani dengan baik pekerjaan yang diberikan. dan bimbang karena saya perlu kerjaan ituh.. saya perlu hasil dari kerjaan ituh, karena dari situ lah saya bisa melanjutkan kuliah.
menantikanmu dalam jiwaku
sabarku menunggu
berharap sendiri
aku mencoba
merindukan bayanganmu
karena hanyalah bayanganmu yang ada
---------------------------------------------------------------
sampai kapan
akupun tak sanggup tuk pastikan
kudapat memendam seluruh rasa ini
Tapi sampai kapan?
Menginjak Neraka
Tak pernah lelap, mimpiku slalu gelap
Belati berkarat, dosa mengucur deras…
Bernafaskan api, tiada yang kan abadi
Manatap langit, tinggalkanlah semua sakit…
Dadu terbakar, setan kau kan ku sambut
Merah berkilau, mengotori jantungku
Gitar yang patah, jadikanlah malam ini
Intan permata, saat tiada yang datang
Kujatuh, jatuh di kesunyian, tiada teman hanya kesedihan
Kujatuh tanpa teman, dan menghilang….
Menginjak neraka, ku pun hancur
Sirkus liar smakin menakutkan
Oh Tuhan maafkan, ku berdosa
Tunjukkan sinarmu hei malaikat!
by SID


