Keluarga

Keluarga. Sumber Gambar: http://familybusiness.rutgers.edu/
Kemarin, aku dan keluarga (mama, papa, kakak dan adik) pergi ke bandung. Ada acara keluarga yang tujuannya adalah menyambung tali silaturahim dari keluarga mama. Acara ini baru dua kali diadakan dan rencananya akan dijadikan agenda 2 bulanan atau mungkin tahunan. Mempertemukan dengan sanak saudara lain yang jarang ketemu atau bahkan belum pernah ketemu sekali. Adalah kakek/nenek mama yang menjadi ujung tombak pertemuan ini. Kebayang kan gimana banyaknya. Orang jaman dulu yang punya prinsip "banyak anak banyak rejeki" ini emang bikin ribet di kemudian harinya.
Bukan lagi dari bapak/ibunya mama, tapi dari kakek/neneknya mama atau orang tua dari orang bapak/ibunya mama. Ribet? Banget. Aku mencoba memahami silsilah yang dijelaskan sama mama. Kakek dari mama ternyata gak cuma sekali nikah, begitupun dengan bapak dari mama atau kakekku. Jaring keluarga pun makin meluas.
Kalau dirunut atau dibikin semacam Family Graphs, mungkin butuh spanduk ukuran 10x10m. Ibunya mama lahir tahun 1902, gimana dengan Ibunya ibunya mama? Berapa banyak saudara yang tersebar? Atau, kita sebenarnya adalah berasal dari satu buyut?
Etapikan kita emang satu keturunan ya? ![]()



January 19th, 2012 - 22:38
Mam, keluargamu kok bule semua?
[Reply]
January 22nd, 2012 - 11:21
kenapa ga pakai foto family asli sih mam :D
[Reply]
January 29th, 2012 - 22:01
makanya di jawa ada istilah2 untuk mnyebutkan keturunan2 itu, ada debok bosok, canggah dll.
[Reply]
January 31st, 2012 - 08:03
iya nih, itu foto keluarga siapa coba,
dasar anak muda yg aneh ck ck
[Reply]