Taman Bermain Waterbomm Kau dengan duniamu saja

17Feb/1021

[Kehidupan] Tentang Pengamen

Musisi Jalanan

Musisi Jalanan

Musisi Jalanan, kata kerennya dari pengamen, hampir tiap hari kita temui entah lagi di bis, di warung makan, atau pun ketika di rumah. Entah kenapa, aku lebih suka mendengar mereka – para musisi jalanan – itu membawakan lagu, dibanding dengan band – band dalam negeri yang makin bermunculan. Mereka – para musisi jalanan – membawakan lagunya lebih keren dari penyanyi aslinya. Tapi gak semua musisi jalanan tersebut terlihat keren, apalagi yang cuma mengandalkan “tepukan tangan” atau pun botol yang berisi entah beras atau pun batu itu.

Aku pribadi, sangat apreciate kepada mereka yang emang benar – benar niat untuk mengamen, gak asal dalam penampilan, bermodal (semacam bawa beberapa alat musik, minimal gitar) dan memang mempunyai bakat nyanyi. Emang sih, gak semua pengamen atau musisi jalanan itu mempunyai bakat nyanyi, tapi setidaknya penampilannya gak lusuh, gak cuma berharap belas kasihan dari yang mendengarkan dan juga setidaknya (lagi) pintar memetik gitar, sehingga bisa menutupi semua kekurangan yang dimiliki.

Beberapa hari yang lalu, aku naik Patas AC 11, jurusan Pulo Gadung – Grogol. Macet lagi melanda Jakarta waktu itu dan sewaktu di Slipi, naiklah 2 orang pengamen, penampilan mereka biasa, mereka membawa 2 gitar. Selang beberapa waktu, layaknya pengamen, satu dari mereka langsung membuka wacana, kalau mereka akan mengamen di bis ini (Patas AC 11). Semacam penyiar radio membacakan atensi untuk pendengar. Ya bisa dibilang kita sedang mendengarkan radio bis fm :) .

Alhasil mereka membawakan beberapa lagu, salah satunya lagunya “Menghitung hari”-nya Krisdayanti yang sudah di arrangement ulang oleh Anda. Dan lagu itu sangat terlihat beda ketika mereka – musisi jalanan – nyanyikan. Menghibur sangat, dan setelah itu mereka pun meraup uang yang tak sedikit dari para penumpang yang ada. Itulah hasil yang pantas mereka dapatkan ketika memang mereka bisa menghibur penumpang yang memang sudah letih seharian bekerja ditambah macetnya jakarta waktu itu.

Hasil berbanding lurus dengan Usaha – mungkin bisa dibilang begitu. Selagi mereka menghibur dan penampilan mereka bagus, mereka akan mendapatkan hasil yang setimpal. Bukan malah memaki penumpang yang gak ngasih ketika mereka mencoba menodongkan bungkusan permen setelah selesai ngamen. Gak banyak juga mereka seperti yang aku sebutkan sebelumnya yang mana penampilan kaya preman, nyanyi gak bagus dan memaki kalau gak dikasih.

Btw, ada beberapa pengamen bis yang sangat aku kangenin untuk ngedengerin mereka nyanyi lagi. Dan bukan mau sombong, aku selalu ngasih kepada mereka yang memang bagus penampilannya minimal dari segi suara dan memainkan alat musik yang dibawanya.

Gimana dengan kalian?

Comments (21) Trackbacks (0)
  1. menurut gue, masyarakat jakarta sudah pada dewasa, udah tau mana yang perlu dikasih atau dihargai atas penampilan si pengamen dan mana yang enggak..

    [Reply]

  2. etapi, ada lho temenku yang dibalang sama gitar gara² gak ngasih duit pas di kopaja ck ck ck

    [Reply]

  3. @ridu : iyah du, gw juga yakin soal itu.. :) hihi…

    @AngelNdutz : heh? nah yang kaya gitu juga bukan pengamen yang berperikemanusiaan.. ya banyak lah jenis2 pengamen macam gituh..

    [Reply]

  4. kalo di Jogja, ada tuh pengamen yang ‘dandan’ banget alias total dalam setiap perform nya..kostum, make-up, tari, alat…wah keren dah!

    [Reply]

  5. errr….ini browserku yg dodol atau emang udah kamu balikin lagi ya rounded footbar nya? :-/ 8-|

    [Reply]

  6. musisi jalanan lebih bgus drpd ntn acara music di tipi yang banyak alayny.. :D

    [Reply]

  7. wew, itu bis yg jg sering saya naikin :D
    saya jg seneng kl pengamennya modal suara, ikutan seneng dengernya, jd emang mreka total bwt penampilannya itu

    [Reply]

  8. saya selalu terkagum-kagum klo ada pengamen yg memainkan biola di atas bus, soalnya pengen belajar juga :D
    kalau untuk pengamen yang macem begitu tentulah saya dengan ikhlas memberi uang sbg imbalan karena keahlian mereka, bukan krn belas kasihan saya.

    [Reply]

  9. fotonya kok pengamen di KRl, mam ? :D

    tapi iya kalo yg nyanyi dua org atau lebih biasanya keren ya

    [Reply]

  10. pengamen,, memang kita harus pintar2 untuk memberi,,, mana yang pengamen beneran dan mana yg bukan


    berkunjung dan ditunggu kunjungan baliknya makasih :D
    salam sukses

    [Reply]

  11. ya asalkan sopan dan enak didenger kita juga enak ngasihnya. Kalo yang model maksa malah ngajak bernatiem. Kok di kereta masih ada yang ngamen ya

    [Reply]

  12. betul betul ka, aku juga sependapat. kadang suka sebel sama pengamen yang kaya gtu *red : gak ada usahanya*

    hehe kayanya gak niat banget deh ngamennya…hehehe

    [Reply]

  13. kalo musiknya bagus,nyanyinya juga oke..ya aku bayar…
    gitu aja kok repot..hehhe

    [Reply]

  14. saya juga punya pengamen favorit kalau lagi di bus … yang suka nyanyiin lagu rock 80-an … suaranya keren … jadi enggak ragu untuk ngasih 1000. kalau yang suaranya cempreng plus nyanyinya kayak andi rif kecekek! udah dah … mending pura-pura tidur aja …

    [Reply]

  15. saya juga bakal bayar kok kalo penampilan ama performacenya bagus
    ga asal nggenjreng

    [Reply]

  16. idem… walau seumur2 paling takut sama pengamen, kalo bagus atau ganteng… (iya gak salah baca, GANTENG) biasanya daku kasih… tapi kalo suara nya jelek (gak kudu org nya yg jelek) daku langsung pura2 tidur ZzzZzzzZzzzz…..

    [Reply]

  17. iyeh, apalagi di jalur Pantura paling rawan pengamennya.
    Mereka bukan seniman tapi preman

    [Reply]

  18. Dulu (gak dulu banget sih) ada yg namanya Aris yg berubah nasib dari pengamen jadi ‘superstar’.

    Klo yg ini sama ga ya?? ;))

    [Reply]

  19. kalau di malaysia memang susah nak cari musician jalanan ni..kalau ada pun cuma busking sahaja…itupun hanya ada di Central Market KL…jadi sebagai pelancong memang agak teruja dan happy bila melihat musician jalanan ni..bila mereka lagi naik dan turun bas sambil nyanyi segala….lagi2 bila mereka bisa nyanyi lagu yang kita request….kalau di malaysia ada musician jalanan seperti ini…rasanya mereka pasti bisa kaya….karena rata2 nya pengemis ( ngemis sambil bawa anak , yang cacat ) senang2 bisa dpt sekitar rm50 sehari malah kadang2 lebih sehingga mencecah seratus ringgit sehari…apatah lg kalau bisa nyanyi seperti ini…

    [Reply]

  20. jadi pengen kaya pengamen juga, hobi menyanyi tersalurkan , dan bisa dapat uang juga, haha..

    ^_^ v

    [Reply]

  21. hohoho cita2 q ingin jd pngamen klu gtu hohoho

    [Reply]


Leave a comment

(required)

No trackbacks yet.

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes