Taman Bermain Waterbomm Kau dengan duniamu saja

10Jul/0914

Kecurangan pemilu atau belum bisa menerima kekalahan?

Pemilu presiden sudah berlangsung. Puluhan juta rakyat Indonesia sudah menentukan pilihannya. Perhitungan masih terus dilakukan oleh KPU. Peringkat pertama untuk sementara masih diraih oleh pasangan SBY - Boediono dengan prosentase sekitar 60%. Tapi di balik itu semua, ada saja pihak yang merasa belum puas dengan pemilu yang berlangsung 2 hari yang lalu (08/07/09). Pihak tersebut berpendapat bahwa pemilu yang kemarin terjadi kecurangan yang pada nyatanya memang terdapat sedikit kecurangan di papua. Dan sampai sekarang belum ada kabar soal kecurangan di daerah lain. Dengan membawa masalah DPT yang tidak terdaftar, DPT yang tidak bisa memilih menggunakan KTP dan lainnya.
Sebenarnya, menurut saya pribadi, pihak - pihak inilah yang membuat pemilu kali ini tidak damai. Pihak inilah yang ingin mengacaukan pemilu yang banyak orang berpendapat pemilu kali ini lancar, damai dan tertib.
Saya jadi bertanya - tanya, terjadi kecurangan di pemilu atau memang belum siap menerima kekalahan?

Gambar : http://jephman.wordpress.com/

Comments (14) Trackbacks (0)
  1. kalopun ada kecurangan, so what? seberapa banyak sih pengaruh suara dari papua? 60% itu kalo dibanding dg rival yg dapet sekitar 27% dan 12% adalah gap yg terlalu jauh untuk diganggu :P

    [Reply]

  2. kl mnrtku sih asal hanya menjadi evaluasi pemilu sih gpp, ngr ini memang msh kacau manajemennya :P

    [Reply]

  3. @fahmi: betul mi, ya berarti emang belum siap terima kekalahan, toh lagi pula, kalo pun ada masalah dengan DPT, belum tentu juga, DPT yang gak terdaftar, kalo disuruh milih belum tentu milih pihak yang “itu” ya khan? :D

    @didut: iyah e mas, manajemennya emang belum bagus, tapi toh gak bisa terus-terusan cari kesalahan. betul, harusnya dijadiin evaluasi buat pemilu yang akan datang ajah, gak usah nuntut pemilu harus diulang atau apalah.

    [Reply]

  4. yah begitulah mam :(, kita belum dewasa
    masih sebatas siap untuk menang, kalau kalah yah nanti dulu

    semoga cepat selesai deh
    Indonesia segera bangun !

    [Reply]

  5. mungkin dua-duanya
    ah entahlah,
    saya gak ngerti politik jeh
    dan
    wah, ganti theme, bos ?

    [Reply]

  6. tau kesel gw tuh sama yang tim sukses2 yang menilai adanya kecurangan kecurangan dan kecurangan … padahal kan udah bagus kagag ada rusuh… malah di bikin yang aneh2…

    [Reply]

  7. God point mam. Walo saya ga ikut milih. Saya akuin emang sistem kita masih sangat kacau. Itu yang menyebabkan kita selalu ketinggalan.

    Semoga kabinet baru ini jauh lebih melek. Presidennya juga

    [Reply]

  8. Ndutz gak nyontreng yang kemaren ntu :(

    [Reply]

  9. semuanya salaaahhh….
    Ayo bakaaarrrr!!!

    *siapin linggis, gergaji, parang, minyak tanah*

    eh, calon yg saya pilih menang denk… ehehehehehe *garuk-garuk*

    [Reply]

  10. bagi saya dalam pilpres kali ini baik adanya kecurangan pemilu maupun belum siap terima kekalahan terjadi :)

    [Reply]

  11. memang sulit menerima kekalahan itu dan juga jamannya sudah berubah jadi sikap ksatrianya sudah punah yang protes merasa populer kali yang penting lanjutkan thanks

    [Reply]

  12. Kadang itung-itungan ongkos kampanye dan ego para capres masih membutakan dari kepentingan yang lebih besar: Rakyat.

    Ayolah legowo, kalau memang putusan hasil pilpres menjadikan diri mereka bukan sebagai pemenang, last but not least.. the cheaters will never get away at the judgement day, indeed :D

    [Reply]

  13. Trus apa gunanya ada saksi disana yah ? Kalau kecurangan nggak bisa di eliminir

    [Reply]

  14. curang atau enggak itu kan mengakar dalam diri masing2. dan hanya masing2 lah yang tahu. masalah bisa menerima kecurangan atau tidak, itu kan soal keikhlasan dan kelegowoan masing2 juga :P

    riwil yo bhen :p

    [Reply]


Leave a comment

(required)

No trackbacks yet.

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes