Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya
Ayo pilih saya, saya udah berbuat ini loh, saya udah menurunkan ini loh!
Ayo pilih saya!! Saya akan berbuat ini, saya akan menurunkan ini itu!!!
Mau berbuat baik? Kenapa harus menunggu sampai punya kedudukan? Kenapa harus menunggu sampai terpilih menjadi presiden? Bukannya itu riya? Menunjukkan perbuatan baiknya dengan tujuan agar semua orang tahu? Hah? *emosi*
Atau mau berbuat baik nunggu sampai terpilih? Mau baik kok ya nunggu sesuatu dulu. Aneh!
Kalau mau berbuat baik ya silakan sajah, gak harus nunggu terpilih jadi Presiden! Wahai Ibu dan Bapak – Bapak Calon Presiden, silakan loh kalau mau berbuat baik. Saya berpendapat, Rakyat pasti lebih menghargai orang biasa (ex. pejabat) berbuat baik untuk orang rakyat daripada Presiden yang berbuat sewenang – wenang.
Ingat jargonnya a-mild – “Do more, Talk less”.
Ibu dan Bapak – Bapak Calon Presiden yang terhormat, kalau ndak terpilih nanti, yuk jangan mencibir yang terpilih, tapi membantu sistem pemerintahan yang sedang dijalaninya. Jangan menjelek – jelekkan sistem yang sudah ada, jangan menjatuhkan apa yang sudah dilakukannya. Justru itu akan menjatuhkan diri sendiri, karena Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya.



July 1st, 2009 - 13:52
siap-siap nunggu berita Imam dijemput jeep item (ninja)
[Reply]
July 2nd, 2009 - 13:12
kata malaikat, siapa yang jadi juaranya, bang?
[Reply]
July 3rd, 2009 - 20:00
ah,malaikat emang sok tehe..???hahahhaa
[Reply]
July 4th, 2009 - 18:17
Kenapa ‘ndak’nya dibikin italic Mam? Setahuku Capres yang suka bilang ndak kan cuma si… Ah sudahlah
[Reply]
July 6th, 2009 - 13:37
mudah2an yang terpilih nanti justru yang terbaik…
tapi yg namanya politik ya begitu saling menjatuhkan
[Reply]
July 12th, 2009 - 12:40
Jagoanmu sapa mam?
[Reply]
July 15th, 2009 - 20:47
terima kasih…
*berasa malaikatnya*
[Reply]
August 11th, 2009 - 19:25
mulai dari diri sendiri aja, yuk
[Reply]