Kecurangan pemilu atau belum bisa menerima kekalahan?
Pemilu presiden sudah berlangsung. Puluhan juta rakyat Indonesia sudah menentukan pilihannya. Perhitungan masih terus dilakukan oleh KPU. Peringkat pertama untuk sementara masih diraih oleh pasangan SBY - Boediono dengan prosentase sekitar 60%. Tapi di balik itu semua, ada saja pihak yang merasa belum puas dengan pemilu yang berlangsung 2 hari yang lalu (08/07/09). Pihak tersebut berpendapat bahwa pemilu yang kemarin terjadi kecurangan yang pada nyatanya memang terdapat sedikit kecurangan di papua. Dan sampai sekarang belum ada kabar soal kecurangan di daerah lain. Dengan membawa masalah DPT yang tidak terdaftar, DPT yang tidak bisa memilih menggunakan KTP dan lainnya.
Sebenarnya, menurut saya pribadi, pihak - pihak inilah yang membuat pemilu kali ini tidak damai. Pihak inilah yang ingin mengacaukan pemilu yang banyak orang berpendapat pemilu kali ini lancar, damai dan tertib.
Saya jadi bertanya - tanya, terjadi kecurangan di pemilu atau memang belum siap menerima kekalahan?
Gambar : http://jephman.wordpress.com/
Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya
Ayo pilih saya, saya udah berbuat ini loh, saya udah menurunkan ini loh!
Ayo pilih saya!! Saya akan berbuat ini, saya akan menurunkan ini itu!!!
Mau berbuat baik? Kenapa harus menunggu sampai punya kedudukan? Kenapa harus menunggu sampai terpilih menjadi presiden? Bukannya itu riya? Menunjukkan perbuatan baiknya dengan tujuan agar semua orang tahu? Hah? *emosi*
Atau mau berbuat baik nunggu sampai terpilih? Mau baik kok ya nunggu sesuatu dulu. Aneh!
Kalau mau berbuat baik ya silakan sajah, gak harus nunggu terpilih jadi Presiden! Wahai Ibu dan Bapak – Bapak Calon Presiden, silakan loh kalau mau berbuat baik. Saya berpendapat, Rakyat pasti lebih menghargai orang biasa (ex. pejabat) berbuat baik untuk orang rakyat daripada Presiden yang berbuat sewenang – wenang.
Ingat jargonnya a-mild – “Do more, Talk less”.
Ibu dan Bapak – Bapak Calon Presiden yang terhormat, kalau ndak terpilih nanti, yuk jangan mencibir yang terpilih, tapi membantu sistem pemerintahan yang sedang dijalaninya. Jangan menjelek – jelekkan sistem yang sudah ada, jangan menjatuhkan apa yang sudah dilakukannya. Justru itu akan menjatuhkan diri sendiri, karena Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya.

