[Kehidupan] Dari emperan sampai Pelaminan
Jodoh? Siapa yang tau soal jodoh? Jodoh memang Tuhan yang atur, tapi kita dituntut untuk mencari pasangan yang sudah Tuhan atur tersebut. Entah jodoh kita ada di emperan, di mall, atau bahkan di depan rumah ![]()
Fany danYudis
Aku kenal Fany dan Yudis dalam waktu yang bersamaan. Tapi aku kenal Yudish terlebih dahulu, disebuah acara pelucuran buku kumpulan cerpen karya Pak Sawali. Aku gak banyak ngobrol dengan yudish waktu itu, karena disitu aku termasuk baru, dan Yudis juga keliatannya pendiam.
Singkat cerita, setelah acara peluncuran buku tersebut, kita (chika, yudish, nazieb, ridu, om caplang dan yang lain - maaf ya aku lupa -) pintong (baca: pindah tongkrongan) ke sebuah mall di jakarta pusat - EX. Cuma sekedar jalan-jalan di EX, akhirnya kita memutuskan untuk mencoba nongkrong di BHI yang katanya waktu itu, aku pun belum pernah kumpul dengan bloger BHI.
Yay, akhirnya aku ikut kumpul dengan bloger BHI. Itu pertama kalinya aku kumpul, dan disitu juga aku pertama kali kenal fany. Bahkan setauku, fany dan yudis juga pertama kali kenal ya di BHI itu. Hihi.. Seingatku, waktu itu yudis kenalan dengan fany, dan sewaktu kenalan, ada seruan-seruan yang bilang kalo yudis itu playboy, dan menyerukan supaya fany jangan termakan bualan yudis
.
Akhirnya aku ngobrol dengan fany, ternyata fany punya saudara di daerah berland sana, dimana daerahnya aku tau dan dekat dengan rumahku, ihiy...
dan abis itu sedikit sekali saya bertemu dengan mereka berdua.
Jalan - Jalan
Lama tak berjumpa dengan fany, akhirnya kita dipertemukan lagi *tsah*.
Berawal dari niat ku untuk membuatkan sesuatu untuk pernikahannya, akhirnya kita janjian di gramedia matraman, dan kebetulan juga disitu ada iphan yang emang lagi nginep dirumahku.
Ngobrol, ngobrol, ngobrol. Akhirnya denger kabar, kalo ada kopdar di citos. Yak, tanpa pikir panjang kita langsung meluncur kesana. Pulangnya kita ndak langsung pulang, tapi mampir ke warung nasi uduk di daerah matraman.
Akhirnya setiap fany ke jakarta, aku sering ngajak untuk ikutan kopdar. Pastinya kita janjian di halte busway matraman
. Dan suatu ketika aku pernah nyasar berdua waktu pulang dari kopdar nonton
. Alhasil fany sampai rumahnya larut malam
. Maaf ya fan, soalnya jalur yang biasa ternyata ditutup
.
Dan Akhirnya
Bebaskan Ibu Prita!!!!!
Melanjutkan postingan dari teman - teman blogger sebelumnya.
Bukan untuk ikutan trend posting, bukan karena saya mengerti hukum, bukan karena saya mengerti UU ITE, tapi karena saya benar - benar merasa prihatin apa yang terjadi terhadap ibu prita. Miris.!!!! Seorang ibu dari 2 anak ini harus mendekam di penjara, karena beliau menuliskan sebuah surat elektronik ke sebuah situs berita ternama tentang beliau di dzalimin oleh sebuah rumah sakit yang KATANYA bertaraf internasional.
Kok aneh ya? siapa yang di dzalimin, siapa yang di tuntut bahkan di penjara! Salah? siapa yang salah?
Perasaan saya, di situs berita tersebut banyak kok yang menuliskan keluhan terhadap suatu produk atau instansi tertentu. Tapi? Semua itu di balas oleh instansi yang bersangkutan dengan meminta maaf.
Kenapa yang ini? Persoalan ibu Prita, harus dibawa ke jalur hukum? Mencemarkan nama baik? Tercemar atau tidaknya nama baik tergantung bagaimana sikap, tingkah laku kita kepada orang lain.
Ibu prita, ibu dari 2 orang anak ini, telah diperlakukan dengan tidak mestinya oleh pihak rumah sakit. Malpraktek istilahnya. Dimana si Dokter melakukan eksperimen ke si pasien.
Kasus ini banyak terjadi, mungkin ibu Prita adalah orang kesekian yang tersandung masalah malpraktik dengan rumah sakit yang berbeda.
Sekarang, saat ini. Apapun masalah yang ibu Prita alami, saya ikut prihatin. Saya tidak mengerti hukum, cuma ini yang bisa saya lakukan untuk menunjukkan bahwa saya benar - benar prihatin dengan apa yang ibu Prita alami. STOP!!! Jangan ada korban seperti ibu Prita lainnya, entah karena korban UU ITE, ataupun karena korban malpraktik. Dan saya percaya, hukum di negara kita berpihak kepada yang benar bukan kepada "yang benar - benar memberikan upeti".


