dari A sampai Z
Rabu yang lalu (22/10/2008), setelah kuliah selesai, saya dan teman kuliah berbondong - bondong menuju warung makan tepat didepan kampus sembari bercerita masalah tugas kuliah yang hari ini dikumpulkan.
Yep, obrolan dimulai sejak kami keluar dari kampus sampai berada di warung makan. Topik obrolan pun masih tetap masalah tugas kuliah. Tapi, selang beberapa menit, entah apa dan siapa yang memulai, tanpa disadari obrolannya pun berpindah topik menjadi masalah konflik / kerusuhan di tahun 1998. Emosi dari kami pun meluap menceritakan pengalamannya masing-masing sewaktu menjarah. Saya, yang paling muda cuma bisa berdiam diri, karena pada waktu itu (tahun 1998) saya masih SD. Saya hanya bisa senyum ke para narasumber.
Topik ini cukup lama dibahas dan lagi-lagi entah apa dan siapa yang memulai topik pun berubah. Topik berubah dan tanpa disadari oleh semua pihak baik yang mendengarkan dan yang menceritakan. Topiknya yaitu masalah peningkatan produksi motor yang semakin hari semankin bertambah. Salah seorang dari kami menguasai topik ini, memang karena dia bekerja disebuah perusahaan mobil ternama.
Saya yang menyadari hal ini, cuma bisa tersenyum ke teman - teman. Hal itu sudah sering saya rasakan, aneh aja rasanya.
***
Ternyata orang - orang kita masih sangat mudah terpengaruh dengan 1 masalah kecil. Peribahasa mengatakan "Rusak susu sebelangga, karena nila setitik" - akibat 1 masalah kecil, semua orang dengan cepat terpengaruh. Ndak usah heran kalau dinegeri kita ini mudah sekali terjadi tawuran, bentrokan, kerusuhan, dan lain - lain karena orang - orang kita sangat mudah terprovokasi tanpa diteliti dulu apa permasalahannya.
Selamat Hari Bloger Nasional (27/10/2008) dan
Selamat Hari Sumpah Pemuda (28/10/2008).
Menginjak Neraka
Tak pernah lelap, mimpiku slalu gelap
Belati berkarat, dosa mengucur deras…
Bernafaskan api, tiada yang kan abadi
Manatap langit, tinggalkanlah semua sakit…
Dadu terbakar, setan kau kan ku sambut
Merah berkilau, mengotori jantungku
Gitar yang patah, jadikanlah malam ini
Intan permata, saat tiada yang datang
Kujatuh, jatuh di kesunyian, tiada teman hanya kesedihan
Kujatuh tanpa teman, dan menghilang….
Menginjak neraka, ku pun hancur
Sirkus liar smakin menakutkan
Oh Tuhan maafkan, ku berdosa
Tunjukkan sinarmu hei malaikat!
by SID
Sang Kakek
Sebelum lebaran (28/09/2008), Bapak saya dirawat dirumah sakit MH. Thamrin Internasional Salemba karena darah tinggi yang dideritanya. Bapak saya dirawat dilantai 5 ruang 16, kelas 3 yang berisikan kurang lebih 6 tempat tidur dan baru dihuni 5 pasien. Ada seorang pasien kakek - kakek berusia sekitar 82 tahun (berdasarkan informasi pasien yang ada didepan tempat tidurnya) tepat dirawat didepan bapak saya. Kondisi si kakek memang sudah melemah, entah karena usianya yang sudah menginjak angka 8 atau karena penyakitnya saya kurang tau. Berdasarkan informasi dari bapak saya, si kakek dirawat karena penyakit diabetesnya.
Tulang - tulangnya terlihat sangat jelas sekali, sebagaimana orang tua lanjut usia kebanyakan. Tapi ada yang lucu dari si kakek tingkah laku si kakek. Pagi-pagi, terjadi percakapan antara si kakek dengan suster yang ingin memandikannya, yang menurut saya cukup menggelikan.

